jam

Rabu, 26 Mei 2010

stp

Spanning Tree Protocol
Dalam membangun suatu infrastruktur jaringan, kita membangun pondasi infrastruktur logis
(seperti layanan directory dari system windows server 2003, domain name system) dan juga
infrastruktur fisik (seperti domain controller, piranti jaringan seperti router dan switch). Switch
adalah piranti jaringan yang paling banyak dipakai dalam suatu infrastruktur jaringan fisik.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa switch dibuat berdasarkan konsep bridge.
Bridge merupakan piranti murni yang bekerja pada layer Data Link pada model OSI, dimana
merupakan cikal bakal daripada Switch LAN.
Ada tiga jenis bridge:
1. Tarnsparant bridge (untuk jaringan Ethernet dan Token Ring)
2. Source-routing bridge (untuk jaringan Token Ring saja)
3. Source-routing transparent bridge (untuk jaringan Token Ring saja)
Karena kita hanya membahas jaringan Ethernet saja, maka hanya jenis transparent bridge saja
yang kita akan bahas. Suatu bridge disebut transparent jika kedua piranti pengirim dan penerima
dalam suatu komunikasi dua piranti tidak menyadari adanya suatu bridge. Yang mereka tahu
hanya lah bahwa keduanya berada pada segmen yang sama.
Bagaimana transparent bridge bekerja?
· Transparent bridges membangun database mengenai data dari piranti dan disegmen mana
piranti tersebut berada dengan cara memeriksa sumber address dari paket yang datang.
Untuk bridge yang baru dipasang database masih kosong. Begitu juga piranti jaringan
yang baru dikoneksikan ke bridge tidak ada dalam database.
· Transparent bridge meneruskan paket berdasarkan aturan berikut:
o Jika address tujuan tidak diketahui (tidak ada didatabase ), maka bridge
meneruskan paket kesemua segmen.
o Jika address tujuan diketahui dan ada di segmen yang sama, maka bridge
membuang paket tersebut, jadi tidak dilewatkan ke segmen lainnya.
o Jika address tujuan diketahui dan berada di segmen lain, maka bridge meneruskan
paket kepada segmen yang tepat.
· Transparent bridge meneruskan paket hanya jika kondisi berikut dipenuhi:
o Frame berisi data pada layer bagian atas (data dari sub-layer LLC keatas)
o Integritas frame telah diverifikasi (suatu CRC yang valid)
o Frame tersebut tidak dialamatkan kepada bridge
Bridging loops dan STA – Algoritma Spanning Tree
Bridge menghubungkan dua segmen LAN, membentuk satu jaringan. Bridge, dengan namanya
saja sudah mensiratkan arti sebuah jembatan, merupakan titik pertemuan antara dua segmen
jaringan.
Jika bridge ini tidak berfungsi, maka sudah pasti traffic antara kedua segmen jaringan tersebut
menjadi tidak mungkin. Agar dua jaringan tadi bisa fault tolerance (artinya jika ada kerusakan
maka harus ada backup yang menggantikan fungsi tersebut), maka setidaknya harus ada dua
bridge untuk menghubungkan kedua jaringan.
Spanning Tree Protocol - Bridging Loop
Pada gambar ini, kedua jaringan dihubungkan dua buah bridge yang bersifat fault tolerance, jika
fungsi bridge yang beroperasi tidak berfungsi, atau gagal berfungsi, maka bridge satunya akan
menggantikan fungsi bridge yang gagal fungsi tadi. Walaupun kedua bridge ini hidup, akan
tetapi secara teori hanya satu saja yang berfungsi (misalnya bridge #1). Jika bridge # 1 ini tidak
berfungsi, maka bridge # 2 akan menggantikan fungsinya.
Spanning Tree Protocol - Broadcast Storm
Kenapa hanya satu? Jika keduanya berfungsi, maka terjadi redundansi link (jalur) antara dua
segmen jaringan tersebut. akibatnya sudah dipastikan bahwa paket antar dua jaringan tersebut
berputar-putar melewati kedua bridge tadi tanpa henti sampai akhirnya mati sendiri. Kondisi ini
disebut sebagai bridging loops atau bisa juga disebut dengan broadcast storm.
Untuk mencegah terjadinya bridging loop, komisi standard 802.1d mendifinisikan standard yang
disebut Spanning Tree Algoritm (STA), atau Spanning Tree Protocol (STP). Dengan protocol
ini, satu bridge untuk setiap jalur (rute) di beri tugas sebagai designated bridge. Hanya
designated bridge yang bisa meneruskan paket. Sementara redundansi bridge bertindak sebagai
backup.
Keuntungan dari spanning tree algoritma
Spanning tree algoritma sangat penting dalam implementasi bridge pada jaringan. Keuntungan
nya adalah sebagai berikut:
· Mengeliminir bridging loops
· Memberikan jalur redundansi antara dua piranti
· Recovery secara automatis dari suatu perubahan topology atau kegagalan bridge
· Mengidentifikasikan jalur optimal antara dua piranti jaringan
Baaimana spanning tree bekerja?
Spanning tree algoritma secara automatis menemukan topology jaringan, dan membentuk suatu
jalur tunggal yang yang optimal melalui suatu bridge jaringan dengan menugasi fungsi-2 berikut
pada setiap bridge. Fungsi bridge menentukan bagaimana bridge berfungsi dalam hubungannya
dengan bridge lainnya, dan apakah bridge meneruskan traffic ke jaringan-2 lainnya atau tidak.
Spanning Tree Protocol - Root Bridge
1. Root bridge
Root bridge merupakan master bridge atau controlling bridge. Root bridge secara periodik membroadcast
message konfigurasi. Message ini digunakan untuk memilih rute dan re-konfigure
fungsi-2 dari bridge-2 lainnya bila perlu. Hanya ada satu root bridge per jaringan. Root bridge
dipilih oleh administrator. Saat menentukan root bridge, pilih root bridge yang paling dekat
dengan pusat jaringan secara fisik.
2. Designated bridge
Suatu designated bridge adalah bridge-2 lain yang berpartisipasi dalam meneruskan paket
melalui jaringan. Mereka dipilih secara automatis dengan cara saling tukar paket konfigurasi
bridge. Untuk mencegah terjadinya bridging loop, hanya ada satu designated bridge per segment
jaringan
3. Backup bridge
Semua bridge redundansi dianggap sebagai backup bridge. Backup bridge mendengar traffic
jaringan dan membangun database bridge. Akan tetapi mereka tidak meneruska paket. Backup
bridge ini akan mengambil alih fungsi jika suatu root bridge atau designated bridge tidak
berfungsi.
Bridge mengirimkan paket khusus yang disebut Bridge Protocol Data Units (BPDU) keluar dari
setiap port. BPDU ini dikirim dan diterima dari bridge lainnya digunakan untuk menentukan
fungsi-2 bridge, melakukan verifikasi kalau bridge disekitarnya masih berfungsi, dan recovery
jika terjadi perubahan topology jaringan.
Perencanaan jaringan dengan bridge mengguanakan spanning tree protocol memerlukan
perencanaan yang hati-2. Suatu konfigurasi yang optimal menuntut pada aturan-2 berikut ini:
· Setiap bridge sharusnya mempunyai backup (yaitu jalur redundansi antara setiap segmen)
· Packet-2 harus tidak boleh melewati lebih dari dua bridge antara segmen-2 jaringan
· Packet-2 seharusnya tidak melewati lebih dari tiga bridge setelah terjadi perubahan
topology.
Spanning tree protocol (STP) adalah layanan yang memungkinkan LAN switches dikoneksikan
secara redundansi dengan memberikan suatu mekanisme untuk mencegah terjadinya suatu
bridging loops.
Kebutuhan minimum yang berhubungan dengan STP adalah sebagai berikut:
1. Versi standard STP adalah 802.1d dan harus di “enable” pada semua switch (walaupun by
default switch adalah “enable” STP nya). STP tidak boleh di “disabled” disemua switches.
2. Dokumentasi jaringan harus ada dan menunjukkan dengan jelas topology jaringannya
termasuk redundansi link yang mungkin ada
3. Yang ini sangat direkomendasikan: bahwa port Switch yang dihubungkan ke pada komputer,
printer, server, dan router (tetapi tidak ke switch, bridge atau hub) haruslah “STP port-fast
enabled”. Port-fast juga sering disbut sebagai fast-start atau start-forwarding. Port-fast dapat
digunakan untuk mempercepat transisi port host untuk antisipasi transisi lambat dari berbagai
kondisi STP. Tanpa adanya port-fast “enable” kebanyakan koneksi akan mengalami time-out
saat melakukan koneksi pertama kali. Telah diketemukan bahwa banyak koneksi Novell IPX dan
DHCP mengalami time-out bahkan gagal jika tanpa port-fast “enable”.
Jangan melakukan “enable” STP port-fast pada port koneksi antar switch karena akan
menimbulkan bridging loop kepada jaringan. STP port-fast adalah fitur dari kebanyakan Switch
yang versi baru (modern) dan biasanya tidak di “enable” by default.

Selasa, 04 Mei 2010

rt-rw

MEMBANGUN JARINGAN LAN
(LOKAL AREA NETWORK)





Disusun oleh :
Nama : Rahmat Nugroho
No : 22
Kelas : 2TKJ
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini. Perkembangan teknologi sangatlah begitu pesat khususnya dalam bidang teknologi dan informatika. Banyak berbagai macam jaringan yang ada didunia ini. LAN, WAN, MAN, INTERNET, WIFI.
Dari berbagai jaringan tersebut saya mendapatkan tugas dari bapak guru yaitu mambuat makalah tentang pembangunan jaringan LAN. Beberapa topologi yang ada didnia: Topologi STAR, topologi BUS, topologi RING.Topologi tersebut dapat digunakan untuk pembuatan jaringan LAN namun dalam hal ini saya menggunakan topologi STAR karena menurut saya topologi ini sangatlah mudah dan banyak digunakan dalan jaringan LAN.
Dalam penyusunan makalah ini saya mengambil beberapa refrensi baik dari buku maupun internet. Dalam penyusunan makalah ini saya berusaha memberikan yang terbaik bagi pembaca agar makalah ini muadah dipahami. Semoga makalah ini bisa menjadikan orang yang membacanya mampu memahami tentang pembangunan LAN.











BAB I
LATAR BELAKANG
Memasuki bulan-bulan akhir semester 2 ini saya mendapatkan tugas dari bapak guru TKJ saya mandapatkan tugas membuat makalah tentang “PEMBANGUNAN LAN”. Dalam pembuatan jaringan LAN ini saya yang bernama Rahmat Nugroho kelas 2TKJ sekolah SMK N 2 Klaten bermaksud membuat makalah ini dengan tujuan :
1.Mengerjakan tugas dari bapak guru TKJ
2.Memberikan pengetahuan bagi orang yang masih awam tentang pembangunan LAN
3.Memberikan gambaran tentang pembuatan jaringan LAN




BAB II
Rumusan masalah


1.PENGKRIMPINGAN YANG SALAH
2.RTO (Request Time Out)










BAB III
DASAR TEORI
Sejarah jaringan
Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memeanfaatkan sebuah perangkat computer secara bersama. Dutahun 1950-an ketika jenis computer mulai membesar sampi terciptanya suoer computer, karena mahalnya harga computer maka ada tuntutan sebuah computer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah makamuncul distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS(Time Sharing System), bentuk pertama kali jharingan (network) komputr diaplikasikan. Pada system TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host computer.
Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa computer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara parallel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host computer.
Selanjutnya ketika harga computer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan computer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menengani proses bersama maupun komunikasi antar komputr (peer to peer system) saja tanpa melalui computer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan local yang disebut jaringan LAN(Lokal Are Network). Demikian juga ketika internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area Network).
JENIS JARINGAN YANG DIGUNAKAN
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung yang berukuran sampai beberapa kilometer. Local Area Network (LAN) seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik agar bisa dipakai bersama sumberdaya (misalnya printer dan scaner) dan saling bertukar informasi.
TIPEJARINGANYANGDIGUNAKAN

Jaringan Client-Server

Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer- komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan :
Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan :
Biaya operasional relatif lebih mahal.
Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
TOPOLOGI JARINGAN YANG DIGUNAKAN
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan Star Network. Masing- masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidakmengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.



Keuntungan:
1.Paling fleksibel
2.Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
3.Kontrol terpusat
4.Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan


Kerugian :
1.Boros kabel
2.Perlu penanganan khusus
3.Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

PENGKABELAN YANG DIGUNAKAN
Pengkabelan pembangunan jaringan LAN ini menggunakan kabel UTP (Unsihilded Twisted Pair). Dengan konektor RJ-45 dan pengcrimpingan menggunakan tang crimping, untuk jenis topologi star, pengkabelan yang digunakan adalah straight.




PROTOKOL JARINGAN
Protokol jaringan adalah aturan-aturan atau tatacara yang digunakan dalam melaksanakan pertukaran data dalam sebuah jaringan. Protokol mengurusi segala hal dalam komunikasi data, mulai dari kemungkinan perbedaan format data yang dipertukarkan hingga ke masalah koneksi listrik dalam jaringan. Dalam suatu jaringan komputer, terjadi sebuah proses komunikasi antar entiti atau perangkat yang berlainan sistemnya. Entiti atau perangkat ini adalah segala sesuatu yang mampu menerima dan mengirim. Untuk berkomunikasi mengirim dan menerima antara dua entiti dibutuhkan saling-pengertian di antara kedua belah pihak. Pengertian inilah yang dikatakan sebagai protokol. Jadi protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data.
Protokol mendefinisikan apa yang dikomunikasikan bagaimana dan kapan terjadinya komunikasi. Elemen-elemen penting daripada protokol adalah : syntax, semantics dan timing.
Syntax mengacu pada struktur atau format data, yang mana dalam urutan tampilannya memiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri.
Semantics mengacu pada maksud setiap section bit. Dengan kata lain adalah bagaimana bit-bit tersebut terpola untuk dapat diterjemahkan.
Timing mengacu pada 2 karakteristik yakni kapan data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut dikirim. Sebagai contoh, jika pengirim memproduksi data sebesar 100 Megabits per detik (Mbps) namun penerima hanya mampu mengolah data pada kecepatan 1 Mbps, maka transmisi data akan menjadi overload pada sisi penerima dan akibatnya banyak data yang akan hilang atau musnah.
Protokol jaringan praktis yang digunakan dewasa ini pada jaringan Internet maupun Intranet adalah protokol Model Referensi TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol TCP/IP ini merupakan penyederhanaan dari OSI dengan menggabungkan lapisan-lapisannya sehingga tersisa hanya 5 lapisan. Perbandingan kedua protokol ini disajikan pada gambar berikut:

GAMBAR: OSI vs TCP/IP
Fungsi utama masing-masing lapisan OSI disajikan dalam tabel berikut ini:
Lapisan
Fungsi Lapisan
Application (Aplikasi)
Lapisan yang menangani program aplikasi yang digunakan oleh user dalam mengirim/menerima data, misalnya program e-mail, Messenger, Browser, dsb
Presentation (Presentasi)
Lapisan ini melakukan presentasi data, perubahan format agar terjadi kesesuaian antara pengirim dan penerima
Session (Sessi)
Lapisan ini yang membuka koneksi antara dua komponen yang berkomunikasi, menjaga koneksi selama komunikasi berlangsung dan memutuskan-nya ketika selesai
Transport (Transport)
Lapisan ini yang menjamin pengiriman data dari satu komponen ke komponen lainnya yang berkomunikasi
Network (Jaringan)
Lapisan yang mengatur rute dari paket data melalui jaringan, sehingga paket ini bisa sampai ke tujuan
Data Link (Sambung Data)
Lapisan yang menjamin paket-paket data terbebas dari kesalahan ketika disampaikan ke penerima
Physical (Fisik)
Lapisan yang menangani medium fisik / koneksi listrik yang menghubungkan dua komponen yang berkomunikasi.
Fungsi utama masing-masing lapisan TCP/IP disajikan dalam tabel berikut ini:
Lapisan
Fungsi Lapisan
Physical (Fisik)
Lapisan yang menangani antarmuka antara medium transmisi dengan peralatan. Karakteristik fisik, seperti medium, bentuk signal, kecepatan signal, ditentukan pada lapisan ini.
Network Access (Jaringan)
Lapisan ini menangani rute data dan akses antara dua komputer yang saling berkomunikasi dalam jaringan yang sama. Lapisan ini juga memeriksa alamat penerima data, menetapkan prioritas pengiriman.
Internet
Lapisan ini menangani rute data dan akses antara dua komputer yang berkomunikasi dalam jaringan yang berbeda. Lapisan ini menggunakan protokol Internet untuk memilih rute data dalam jaringan yang beragam.
Transport
Lapisan yang menjamin reliabilitas pengiriman paket-paket data, serta mengatur urutan paket tersebut. Protokol TCP digunakan pada lapisan ini.
Application (Aplikasi)
Lapisan ini menangani berbagai aplikasi yang akan menggunakan jaringan.
Protokol TCP/IP mengenali tiap terminal dalam jaringan melalui nomer IP (IP number), setiap komputer harus memiliki nomer IP yang berbeda. Nomer IP dewasa ini menggunakan bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian masing-masing 8 bit, sebagai contoh dalam jaringan intranet biasa digunakan nomer IP untuk satu komputer sebagai berikut : 192.168.1.10, dan pada jaringan yang sama nomer IP komputer lainnya adalah : 192.168.1.15, dan sebagainya.

IP ADDRESS
Alamat IP (Internet Protocol), yaitu sistem pengalamatan di network yang direpresentasikan dengan sederetan angka berupa kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 hingga 255.255.255.255.
IP address panjangnya 32 bit dan dibagi menjadi dua bagian: bagian network dan bagian host.
Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada table:
Kelas
Network ID
Host ID
Default Sub net Mask
A
xxx.0.0.1
xxx.255.255.254
255.0.0.0
B
xxx.xxx.0.1
xxx.xxx.255.254
255.255.0.0
C
xxx.xxx.xxx.1
xxx.xxx.xxx.254
255.255.255.0
IP aress kelas A diberikan utuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada kelas A. pada IP address kelas A. network ID ialah 8bit pertama, host ID ialah 24bit berikutnya.
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. Pada IP address kelas B, nertwork ID ialah 16bit pertama, host ID 16bit berikutnya.
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil(LAN). Host ID ialah 8bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bias dibentuk sekitar 2juta network dengan masing-masing network memeiliki 256IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengolaan IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan Host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefesien mungkin.

Domain Name System(DNS)
Domain Name System adalah suatu system yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan computer atau internet dutranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki :
a.Root level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik(.).
b.Top level domain: kode kategori organisasi Negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk badan pemerintahan. Selain itu untukmembedakan pemakaian nama oleh suatu Negara dengan nagara lain digunakan tanda lain misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk Australia.
c.Second level domain: merupakan nama untuk organisasi uatau perusahaan, misalnya: Microsoft.com; yahoo.com; dll.

DHCP( Dynamic Host Configuration Protocol)
Ip address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan DHCP atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan Ip address secara otomatis pada computer yang menggunaka protocol TCP/IP. DHCP berkerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kolompok Ipaddress yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan Ip address ini, DHCP hanya meminjamkan Ip address teersebut. Jadi pemberian IP Address ini berlangsung secara dinamis.
Arsitektur dan Keamanan Jaringan
Untuk mencapai tingkat keamanan jaringan yang diinginkan diperlukan pemenuhan beberapa hal:
*. Pembuatan kebijakan keamanan yang berisi UU, peraturan dan prosedur yang mengatur sebuah organisasi manajemen, melindungi dan distribusi informasi sensitive dan rahasia. Kebijakan terangkum dalam dokumen yang berisi kebijakan keamanan system, kebijakan model keamanan dan keamanan.
*. Menyiapkan arsitektur keamanan yang merupakan bagian dari arsitektur system, dimana ia mendiskripsikan fitur dan jasa keamanan yang dibutuhkan. Arsitektur keamanan menggambarkan sebuah level dari jaminan dari sebuah system dapat dipakai.

Resiko dari jaringan Star atau centralize network adalah dalam Star network, semua node terhubung secara terpusat melalui HUB. Kunci keamanan jaringan ini adalah :
Pembatasan akses secara fisik seperti HUB dan cabling.
Hak akses user untuk menggunakan jaringan.
Pemeliharaan data terintegrasi.
Monitoring – audit terhadap akifitas jaringan.
Sangat sulit mencapai 100 % aman jaringan computer. Ada sebuah timbal balik antara keamanan dengan kenyamanan. Apabila sebuah jaringan tersebut aman, maka dalam penggunaan jaringan itu akan merasa nyaman, dalam arti kenyamanan timbul karena adanya sebuah keamanan. Keamanan jaringan merupakan sebuah proses, bukan merupakan sebuah hasil akhir.
Jenis – jenis serangan dalam jaringan :
Interupsi
Merupakan sebuah system yang dirusak sebelum sampai ke tujuan.
Interseption
Adalah user yang tidak berhak mendapatkan akses file.
Modifikasi
Adalah user yang tidak berhak tidak hanya mendapatkan akses, tapi juga tidak dapat merubahnya.
Fublication
Merupakan user yang tidak berhak memasukkan atau menyelipkan objek ke dalam system.
Jenis – jenis penyerang :
Joyryder
Vandals
Scorekeeper
Spies
Stupidity
Accident

Klasifikasi keamanan system :
1.Network security
Yaitu focus kepada media pembawa informasi atau data informasi seperti jaringan computer.
2.Computer security
Yaitu focus kepada computer ( server, workstation, dan terminal ) termasuk di dalamnya masalah yang berhubungan dengan operating system.
3.Application security
Focus pada software dan database.






























BAB IV
Langakah pembuatan jaringan LAN

PERSIAPAN
Alat dan bahan
1.computer lengkap :5 unit
2.hub :8 port
3.tang crimping :1
4.lan tester :1 buah
5.kabel UTP :
6.Konektor RJ-45 :15 buah





Setting penempatan computer dan hub.
Ukur kabel (jangan lupa pada setiap kabel beri nomor agar mudah dalam penanganannya ketika terjadi problem).

PROSES
Lakukan pengkrimpingan pada kabel UTP yang telah diukur sebelumnya. Dengan pengkabelan straight lalau crimping dengan tang crimping. Susunan kabel jangan sampai terbalik dalam pengkrimpngan ini.
Pastikan pengkrimpingan dengan benar menggunakan LAN tester.
Lalu tancapkan kabel yang telah dicrimping ke LAN card.
Lakukan penyetingan IP Address.
1.masuk ke control panel pilih Network and Internet Connections.
2.pilih Network Connections
3.lalu double klik local marea connection
4.pilih properties
5.pilih internet protocol (TCP/IP)Pilih use the following IP address.

6.lalu setting ip address
C1  194.166.0.12
C2  194.166.0.13
C3  194.166.0.13
C4  194.166.0.14
C5  194.166.0.14
Dengan subnet mask 255.255.255.0 dan default gateway 194.166.0.10

lalu lakukan pengepingan lewat cmd (command promt). Startruncmd lalu enter. Lalu pinging IP Address satu persatu. Pastikan dalam cmd setelah pinging muncul “reply from ip address yang dipinging”




PENYELESAIAN MASALAH YANG SERING TIMBUL
1.Pegkabelan yang salah pada pengkrimpingan
ganti konektor lalu lakukan pengkrimpingan kembali.
2.RTO (Request Time Out)
Coba lakukan pengecekan kabel terlebih dahulu, jika kabel tidak mengalami masalah setting ulang ip addressnya.
KEAMANAN JARINGAN
Keamanan jaringan sangatlah penting untuk melindungi data data penting milik kita. Untuk itu kita harus melakukan keamanan jaringan yang benar benar bisa melindungi data kita. Keamanan jaringan yang saya gunakan adalah:
1.FIRE WALL
Kita aktifkan firewall agar kita tidak dapat dikendalikan dengan remote desktop maupun VNC. Cara mengaktifkan firewall:
Starcontrol panelwindows firewallpada tab general pilih pilihan ON (untuk mengaktifkan firewall)OK.
2.PASWORRD
Pemberian password sangatlah penting karena dengan password kita dapat melindungi file-file kita. Password merupakan jembatan awal masuk dalam sytem operasi. Jika kita lupa password matilah kita karena kita tidak dapat masuk dalam system operasi kita. Pemberian psassword dilakukan pada saat penginstalan system operasi.
3.ANTI VIRUS
Anti virus digunakan untuk keamanan data-data kita dari virus.
KESIMPULAN
1.Pembutan jaringan LAN dengan topologi STAR adalah dengan menghubungkan beberapa computer kedalam satu terminal yaitu HUB. Pengkabelan topologin star menggunakan pengkabelan Straight.
2.Untuk keamanan jaringan kta menggunakan Windows Firewall, password, dan anti virus.
3. Diagnosa jaringan LAN kta lakukan agar permasalahan yang timbul pada jaringan LAN dapat ditangani dengan baik.

















BAB V
Penutup

Syukur alhamdulillah akhirnya makalah pembangaunan jaringan LAN ini selesai meskipun ada masalah. Karena masalah keilmuan kita akan bertambah. Dan semoga orange yang membaca makalah ini bias membangun jaringan LAN sendiri. Thaks to my friend dan bapak guru yang telah memberikan modul sehingga saya dapat membuat makalah ini. Dan tidak lupa juga PAKDE GOOGLE yang membantu untuk mencari refrensi pembangunan Jaringan LAN ini.